•   Minggu, 29 Januari 2023
Gagasan
( kata)
Belajar Politik di Belanda

Desember ini, saya bersama beberapa kawan Komisi A DPRD Jawa Timur mengikuti acara diklat Badan Pengembangan SDM (BPSDM) di Belanda.

Saya senang akhirnya bisa ke sini, karena sudah lama saya mencari beberapa sumber referensi sejarah yang adanya di Perpustakaan Leiden. Maka kesempatan ini tidak saya sia-siakan.

Suhu di sini antara 6 hingga -4 derajat Celcius dengan angin yang dinginnya menusuk. Wong Magetan panggah kademen nang kene...

Hari pertama saya mendapat gambaran umum tentang politik dan pemerintahan dari Ebed Litaay, ia adalah Presiden Diaspora Network-Global. Diaspora adalah semacam paguyuban orang-orang Indonesia di luar negeri. Biasanya ada cabang-cabangnya di tiap negara.

Surprisingly, Ebed ternyata keponakan dari senior partaiku, Pak Alex Litaay, sekjen PDI 1993-1998 dan sekjen PDI Perjuangan 1998-2000.

Bagi saya yang tak sempat belajar politik global di bangku sekolah, kesempatan seperti ini sangat berharga. Maka saya ingin mendapat banyak insight dalam kunjungan ke negeri kincir angin ini.

Saya pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Saya mencatat dua hal menarik dari paparan Pak Ebed.

Pertama, Di Belanda, rakyat dapat mengusulkan RUU atau Raperda. Syaratnya 40 ribu tanda tangan.

Ini menurut saya keren sekali karena ada check and balancing antara sistem legislatif partisipasi demokrasinya.

Jadi usulan bukan selalu dari DPR/DPRD dan Eksekutif (Bupati, Gubernur, Presiden), melainkan juga dari rakyat. Coba di Indonesia begitu ya? Wess.. rameee mesti.

Kedua, anggota DPR di Belanda jika tidak setuju dengan kebijakan di partainya bisa keluar dari partai, tapi kursinya di DPR tidak hilang.

Wow! Ini sih amazing! Nyaris semua kawan saya tergelak dengan tawa mengandung harapan andai-andai hehehe

Betapa kebebasan berpikir dan idealisme sedemikian dihargai di sini. Jadi anggota dewan tidak perlu takut untuk memegang teguh idealismenya, karena takut offside dan dikartu merah oleh partainya.

Saya mau dong kayak gitu hehehe... (bersambung ke catatan berikutnya)

Baca juga: Oleh-oleh cerita Dari Indonesian Young Leaders Exchange di Australia

Tinggalkan Komentar

Artikel lainnya...

Liputan Politik Sampai Keliling 32 Kota Sekali Berangkat
Liputan Politik Sampai Keliling 32 Kota Sekali Berangkat

Pengalaman di dua percaturan politik pemilihan kepala…

Ide Saya di Buku Pertama
Ide Saya di Buku Pertama

Para Penggila Buku: Seratus Catatan di Balik…

Peran Anggota DPRD dalam Penyaluran Program Beasiswa
Peran Anggota DPRD dalam Penyaluran Program Beasiswa

Mungkin banyak masyarakat belum tahu bahwa anggota…