•   Minggu, 29 Januari 2023
Berita, Kabar Baik
( kata)
Dukung Pertanian Organik Ngawi Demi Generasi Mendatang

Sudah saatnya pertanian organik kembali menjadi primadona. Agar petani tidak terus-menerus ketergantungan pada pupuk kimia dan subsidi pupuk.

Hal ini yang diharapkan Diana Amaliyah Verawatiningsih saat menyambangi kelompok tani (poktan) Desa Jatirejo, Kecamatan Kasreman, Ngawi (30/10/2021). Di sana Diana berbincang dengan Poktan Sultan Organik Jatirejo.untuk mewujudkan pertanian organik di antara bentangan sawah bertabur pupuk kandang.

Ini adalah kunjungan kedua bagi Diana. Di kesempatan itu, wanita yang bisa disapa Sasa ini turun langsung ke lahan sawah. Mengamati padi yang sudah mulai menguning. Siap dipanen. Dibawa pulang untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Suasana akrab pun terjalin antara rakyat dan wakilnya. Mereka saling bertanya jawab, ngobrol soal pertanian organik. (Baca juga: Hadiri Upacara Kebo Ketan Ngawi Ke-6)

Agar Tidak Hanya Mengandalkan Pupuk Kimia Saja

Sumarno, salah satu anggota Poktan mengadu kepada Diana Sasa. Pertanian organik perlu disebarluaskan. Sebab petani padi di Ngawi kebanyakan masih konvensional. Pakai pupuk kimia dan bergantung dengan subsidi pupuk.

“Pertanian ramah lingkungan berkelanjutan perlu disebarluaskan. Petani organik perlu diberdayakan, agar petani bisa sejahtera,” ungkapnya.

“Perlu banyak dukungan, terlebih petani konvensional saat ini dihadapkan masalah berkurangnya pupuk subsidi. Mungkin dengan pelatihan-pelatihan pertanian organik, ke depannya organik bisa menjadi percontohan pertanian di Ngawi,” tambahnya lagi.

Lebih lanjut, Sumarno mengungkapkan, di komunitasnya saat ini telah menaungi anggota sebanyak 25 orang,  dengan luasan garapan padi organik mencapai 7 hektare, dikutip timesindonesia.co.id.

“Komitmen untuk beralih ke pertanian organik juga didukung perangkat desa. Musim tanam ini, seluruh perangkat desa mulai menerapkan sistem organik,” ucapnya.

Diana Sasa lantas menanggapi. dirinya menyambut baik harapan petani organik itu. Menurut ia, jaring aspirasi masyarakat (Jasmas) tidak melulu soal bantuan fisik.

Bantuan berupa pemberdayaan kelompok masyarakat untuk meningkatkan kapasitas diri, sangat mungkin dilakukan. (Baca juga: Meneruskan Kebiasaan Baik, Bagikan Total 65 Kursi Roda)

Diana: Pertanian Organik itu Penghormatan Pada Ibu Bumi

“Saya support itu, dan silakan mengajukan. Kalaupun tidak dengan Jasmas, dana pribadi pun tidak masalah,” tutur Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur ini.

Saat berada di sekretariat Poktan Sultan Organik Jatirejo, Sasa mengatakan, secara pribadi mendukung penuh pertanian organik. “Masa depan pertanian ada di organik. Selain sehat, ini juga memberikan warisan yang sangat berharga untuk generasi mendatang,” papar ibu dua anak ini.

“Bertani organik berarti memberikan penghormatan kepada Ibu Bumi,” sambung aktivis seni dan budaya itu.

Desa Jatirejo yang dikunjungi Diana Sasa itu salah satu penghasil beras organik di Ngawi. Saat ini, setidaknya sudah ada 7 hektare lahan pertanian yang sudah menerapkan pertanian organik secara penuh.

“Komitmen petani untuk melestarikan alam dengan bertani organik harus kita dukung. Komitmen itu juga akan dilakukan perangkat Desa Jatirejo, dengan beralih ke pertanian organik di musim tanam ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar

Artikel lainnya...

Liputan Politik Sampai Keliling 32 Kota Sekali Berangkat
Liputan Politik Sampai Keliling 32 Kota Sekali Berangkat

Pengalaman di dua percaturan politik pemilihan kepala…

Ide Saya di Buku Pertama
Ide Saya di Buku Pertama

Para Penggila Buku: Seratus Catatan di Balik…

Peran Anggota DPRD dalam Penyaluran Program Beasiswa
Peran Anggota DPRD dalam Penyaluran Program Beasiswa

Mungkin banyak masyarakat belum tahu bahwa anggota…