•   Rabu, 21 Februari 2024
Gagasan
( kata)
Dunia Makin Canggih, Perlindungan Anak Jangan Ringkih
Advertisements

Kasus kekerasan terhadap anak akhir-akhir ini meningkat. Baik dalam bentuk verbal, fisik, psikis, atau bahkan seksual. Bahkan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Surabaya mencatat jumlah kasus selama tiga tahun terakhir, 2019 hingga Oktober 2021 meningkat drastis (kompas.com).

Oleh sebab itu, sosialisasi Perda Perlindungan Anak kepada kelompok rentan terhadap risiko-risiko kekerasan terus digalakkan. Di antaranya adalah orangtua dan pendidik.

Hal pertama yang ditekankan adalah beberapa hal yang perlu dilakukan oleh orangtua dan pendidik untuk mengantisipasi kekerasan terhadap anak. (Baca juga: Diana Ajak Guru PAUD Pelatihan KUBACA)

Kita mengajarkan bagaimana mengantisipasi orang asing, bagaimana jika ada yang memberikan hal-hal menarik, dan bagaimana bertindak jika ada yang memaksa.

Begitu juga disosialisasikan tentang bagaimana tanda-tanda jika anak menerima kekerasan di luar jangkauan. Biasanya ada tanda perubahan seperti berdiam diri, merenung, suka menangis, perubahan sikap yang ekstrim, dan sikap mengejutkan lainnya.

Ketika terjadi kekerasan tersebut maka sebagai orang tua wajib mencari tahu terapi psikologis, bahkan sampai pendampingan secara hukum. Hal ini pula yang ditekankan oleh KBO Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres. (Baca juga: Diana Apresiasi Polres Magetan Ringkus Pelaku Penipuan Berkedok Bantuan Covid)

Jangan sungkan untuk menyampaikan kepada kepolisian jika terjadi kekerasan seksual.

Pak Suyono Wiling, Anggota DPRD Magetan dan menyampaikan bagaimana akhir-akhir ini kekerasan sudah merambat ke dunia digital, “Kadang orangtua tidak tahu jika anaknya menerima kekerasan digital.”

Kekerasan digital memang marak. Bentuknya bermacam-macam, tapi paling sering terjadi adalah foto, video yang direkam oleh pelaku dan kemudian melakukan ancaman penyebaran. Korban pada akhirnya terganggu secara psikis.

Jangan sampai kita sebagai orang tua tidak sadar bahwa anak kita mengalami kekerasan, padahal tekanan yang dialaminya sudah begitu lama. (Baca juga: Perlunya Perempuan Masuk Parlemen)

Tinggalkan Komentar

Artikel lainnya...

Kecam Aksi Perusakan Alat Peraga Kampanye
Kecam Aksi Perusakan Alat Peraga Kampanye

Pesta demokrasi Pemilu 2024, sangat terlihat ketika…

Sosialisasikan Program KTP SAKTI Ganjar Mahfud, Diana Bagikan Telur
Sosialisasikan Program KTP SAKTI Ganjar Mahfud, Diana Bagikan Telur

Diana Amaliyah Verawatiningsih melakukan kampanye yang sangat…

HUT PDI Perjuangan 2024, Diana Yakin Menang
HUT PDI Perjuangan 2024, Diana Yakin Menang

HUT ke-51 PDI Perjuangan 10 Januari 2024…