•   Minggu, 29 Januari 2023
Gagasan
( kata)
Empat Literasi Sebagai Advokasi Perempuan Muda

Menurut KBBI, kata advokasi berarti pembelaan. Advokasi lebih dekat dengan defensif ketimbang ofensif. Ia semacam zirah perisai atau parit pertahanan.

Bisakah literasi berfungsi sebagai perisai atau alat bela diri dalam kehidupan? Jika bisa, bagaimana mempersiapkan, membentuk, dan merawatnya?

Literasi mesti dipahami sebagai kemampuan mengorganisasi pengetahuan. Literasi bisa menjadi perisai pembela diri jika kita menguasai dengan baik literasi dasar: membaca, menulis, dan berhitung. (Baca juga: Ajak Bunda PAUD Pelatihan KUBACA)

Kegiatan Membaca

Membaca sebagai bagian dari literasi dasar bukan soal sepele. Kemampuan ini membutuhkan penalaran kuat dan disiplin melakukannya.

Agar membaca bisa efektif dalam kerangka "membaca disiplin" kita mesti memiliki proyek membaca dalam jangka waktu tertentu. Misalnya, pada 2022 ini, saya membaca 100 buku penting pemikiran tentang pesantren.

Atau, nanti 2023, saya menyelesaikan 100 karya sastra bertema keislaman terpenting. Dengan membaca yang disiplin, kita sedang membangun keahlian atau portofolio diri. (Baca juga: Bantu Kawal Dana Hibah Untuk Kelas PAUD)

Kegiatan Menulis

Menulis sebagai bagian dari literasi dasar bukan sekadar bisa menyalin, melainkan strategi penyusunan pikiran agar lebih terstruktur. Dengan pikiran yang terstruktur baik, pembaca bisa memahami apa yang kita sampaikan.

Seperti membaca, menulis membutuhkan disiplin dan konsistensi. Menulis ini alat dan keterampilan.

Karena alat atau keterampilan, ia bisa rapuh dan bahkan macet. Menulis mesti dilakukan terus-menerus bersamaan dengan membaca agar input (bahan bacaan) dan output (tulisan) bisa bekerja secara organis dan sistematis.

Keterampilan Berhitung

Sebagai literasi dasar, berhitung sangat penting. Berhitung adalah kemampuan finansial. Tanpa strategi finansial yang baik, hidup kita menjadi berantakan.

Maka selalu membiasakan diri menghitung segalanya dan membukukannya akan membuat teratur hidup kita. Bukan hanya itu, literasi finansial adalah siasat kita bagaimana mandiri dalam mendapatkan, mengelola, dan menyimpan finansial kita.

Tanpa kemampuan dasar finansial, kita bakal mengalami kesulitan hidup yang kelak mengikat kaki kita dalam ketakberdayaan. (Baca juga: Peran Penting Perempuan Di Politik)

Kemampuan Berorganisasi

Berorganisasi adalah literasi dasar (+). Saya sebut literasi dasar plus karena kemampuan berorganisasi dan bersosialisasi membebaskan kita pada kungkungan diri.

Berorganisasi itu ilmu vokasi atau ilmu keterampilan. Bagaimana tata cara memimpin rapat, menjadi ketua ini dan itu. Menjadi seksi ini dan itu. Ada juga seni bernegosiasi, merapatkan program kerja, menyusun proposal kegiatan, berunjuk rasa, berceramah atau public speaking.

Itu semua beberapa model dari apa yang disebut kemampuan berorganisasi.

Demikianlah, membaca yang disiplin, menulis yang konsisten, finansial yang tertata, dan kemampuan berorganisasi menjadi alat bela diri bagi perempuan muda agar nggak kudet atau introvert.

Dan pada akhirnya potensi terbaiknya sebagai insan kamil tidak bisa keluar secara maksimal. (Baca juga: Batik Pacitan Punya Potensi Besar)

Tinggalkan Komentar

Artikel lainnya...

Liputan Politik Sampai Keliling 32 Kota Sekali Berangkat
Liputan Politik Sampai Keliling 32 Kota Sekali Berangkat

Pengalaman di dua percaturan politik pemilihan kepala…

Ide Saya di Buku Pertama
Ide Saya di Buku Pertama

Para Penggila Buku: Seratus Catatan di Balik…

Peran Anggota DPRD dalam Penyaluran Program Beasiswa
Peran Anggota DPRD dalam Penyaluran Program Beasiswa

Mungkin banyak masyarakat belum tahu bahwa anggota…