•   Senin, 30 Januari 2023
Berita
( kata)
Guyub Dalam Perayaan Tradisi Galungan Desa Wonomulyo

Malam itu (6/5/2022), Desa Wonomulyo tampak meriah dan semarak. Umat Budha di Wonomulyo merayakan Galungan. Perayaan  ini merupakan kebiasaan turun temurun di Desa Wonomulyo guna memperingati wafatnya Ki Hajar Wonokoso, pendiri atau pendahulu Desa Wonomulyo.

Diana Amaliyah Verawatiningsih secara khusus hadir sambil menjalin keakraban dengan tokoh dan warga Desa Wonomulyo Kecamatan Poncol, Magetan.

“Perayaan Galungan di Wonomulyo sebagai cermin kehidupan berpancasila,” ujar Diana, seperti diberitakan situs resmi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.

Diana mengutip Papatuh (aturan adat): jangan bertengkar dengan saudaramu. Demikian pesan Ki Hadjar Wonokoso pada masyarakat Jeblog (Jeblog adalah nama asli Wonomulyo).

Walaupun berbeda keyakinan, masih kata Diana, dalam acara Galungan tersebut masyarakat bisa bersatu dan gotong royong dalam mensukseskan terselenggaranya acara.

Kondisi ini tentu menjadi angin segar, ketika  masih ada sebagain kecil oknum masyarakat di daerah lain dengan cara bermasyarakat yang berpotensi menimbulkan perpecahan. (Baca juga: Hadir Dalam Haul Gubernur Suryo)

“Dan ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam berkehidupan sehari hari dalam bermasyarakat,” kata sosok yang akrab disapa Sasa ini.

Selama ini, lanjut Diana, ia melihat kehidupan beragama di Wonomulyo begitu rukun dan damai. “Dan dari cerita teman-teman di, sini ini merupakan petuah yang tidak boleh dilanggar,” tambahnya. “Dan itu adalah nilai universal yang ada, harus dipatuhi bersama,” imbuhnya.

Selain perihal kehidupan sosial, Diana juga takjub dengan keindahan alam Desa Wonomulyo. Bahkan ada yang menyebut sebagai New Zealand of Magetan lantaran hawa sejuk di daerah ini. (Baca juga: Ikut Acara Reboisasi Di Desa Bedagung)

“Ke depannya nanti bisa dikembangkan untuk kepariwisataannya. Jika ada wisatawan datang dengan suguhan-suguhan tradisional seperti kopi hitam, nasi jagung dan masakan tradisional lain,” jelasnya.

Demikian halnya potensi seni dan kebudayaan. Warga desa ini mengembangkan seni musik tradisional Tongling, karawitan dan lainnya. (Baca juga: Diana Bantu Hibah Alat Musik Untuk Pemuda Desa)

Tinggalkan Komentar

Artikel lainnya...

Liputan Politik Sampai Keliling 32 Kota Sekali Berangkat
Liputan Politik Sampai Keliling 32 Kota Sekali Berangkat

Pengalaman di dua percaturan politik pemilihan kepala…

Ide Saya di Buku Pertama
Ide Saya di Buku Pertama

Para Penggila Buku: Seratus Catatan di Balik…

Peran Anggota DPRD dalam Penyaluran Program Beasiswa
Peran Anggota DPRD dalam Penyaluran Program Beasiswa

Mungkin banyak masyarakat belum tahu bahwa anggota…