•   Senin, 30 Januari 2023
Berita
( kata)
Hadiri Upacara Kebo Ketan Ngawi Ke-6

Jauh sebelum terjun di kancah politik, Diana Amaliyah Verawatiningsih sudah berkecimpung di dunia seni dan budaya. Sejak lulus kuliah (2006), Diana sudah aktif di Dewan Kesenian Surabaya.

Lalu sejak 2009, Sasa demikian ia biasa dikenal teman dekatnya- terlibat aktif dalam dunia penerbitan buku sastra dan buku sejarah dan budaya.

Kini, setelah menjadi anggota parlemen Jawa Timur, Sasa tetap berkomitmen dalam ajang seni budaya. Termasuk dalam acara Upacara Kebo Ketan, di Desa Sekaralas, Kecamatan Widodaren, Ngawi (17/10/2021).

Juga Sebagai Kampanye Penyelamatan Lingkungan

Upacara Kebo Ketan (UKK) kampanye penyelamatan lingkungan di mata air Sendang Margo dan Sendang Ngiyom ini diinisiasi oleh Lembaga Kraton Ngiyom. Acara tersebut tahun ini digelar dengan sederhana dan terbatas.

Sasa hadir dalam acara ini sebagai bentuk komitmennya terhadap dunia seni dan budaya. “Kebetulan saya juga didapuk sebagai anggota tim pengawas di Lembaga Kraton Ngiyom. Dunia seni budaya dan lingkungan hidup sudah lama saya geluti, bukan baru-baru ini saja,” jelas sosok asal Pacitan yang kini menetap di Magetan ini.

“Kalau ada acara seni dan budaya di wilayah dapil VII ini, saya usahakan hadir jika tidak ada benturan kegiatan resmi dewan atau acara urgen lainnya,” imbuh anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur dari daerah pemilihan  Ngawi, Magetan, Ponorogo, Trengggalek, dan Pacitan.

“Upacara Kebo Ketan ini sudah enam tahun berjalan. Bukan hal yang mudah untuk menjaga konsistensi itu. Apalagi level acara ini sudah internasional karena melibatkan relawan, donatur dan media dalam serta luar negeri. Saya berharap Ngawi dapat lebih dikenal lagi dengan Kebo Ketan sebagai ikon budayanya,” jelas alumnus alumnus Universitas Negeri Surabaya Jurusan Bahasa & Sastra Inggris ini.

Sementara itu, inisiator UKK, Bramantyo Prijosusilo, menjelaskan, bahwa UKK ke-VI kali ini memang peristiwanya direkam videonya terlebih dahulu untuk kemudian pada puncak acara akan disiarkan melalui kanal YouTube: Kraton Ngiyom dan Facebook @Kraton Ngiyom pada 23 Oktober mendatang. (Baca juga: Ikut Reboisasi Di Acara Sedekah Desa Bedagung Magetan)

Pas Dengan Momen Maulid Nabi Muhammad saw

“Kami harus bersiasat dengan situasi pandemi, bagaimana UKK ke-VI dapat terselenggara sesuai tradisi kami mengambil momentum Maulid Nabi Besar Muhammad saw. Puncak penyelenggaraan UKK ke-VI masih dihelat seperti tahun lalu. Namun dalam tema “Slamatlah Rakyatnya, Slamatlah Putranya, Pulaunya, Lautnya” ini sesungguhnya UKK berlangsung sepanjang tahun,” urai Bram seperti dikutip dari situs resmi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.

Bram juga menambahkan, bersama-sama masyarakat pihaknya akan terus berupaya menyelamatkan sumber mata air Sendang Margo dan Sendang Ngiyom beserta daerah resapan air di sekitarnya sepanjang waktu.

“Kami terus memperbaiki, melindungi, dan merawat lingkungan hidup. Dan juga memperbaiki, melindungi, dan merawat kesenian-kesenian rakyat yang sangat kaya di Nusantara,” paparnya.

Ia juga menegaskan, UKK juga merupakan suatu ekspresi seni budaya yang merayakan Maulud Nabi Muhammad saw, yang didukung juga oleh para penganut agama-agama lain di luar agama Islam, sebagai ekspresi keagungan budaya Nusantara. (Baca juga: Diana Buka Aspirasi, Nelayan Pacitan Terima Hibah Kapal)

Tinggalkan Komentar

Artikel lainnya...

Liputan Politik Sampai Keliling 32 Kota Sekali Berangkat
Liputan Politik Sampai Keliling 32 Kota Sekali Berangkat

Pengalaman di dua percaturan politik pemilihan kepala…

Ide Saya di Buku Pertama
Ide Saya di Buku Pertama

Para Penggila Buku: Seratus Catatan di Balik…

Peran Anggota DPRD dalam Penyaluran Program Beasiswa
Peran Anggota DPRD dalam Penyaluran Program Beasiswa

Mungkin banyak masyarakat belum tahu bahwa anggota…