•   Senin, 30 Januari 2023
Berita
( kata)
Jadi Tuan Rumah Pelatihan Membaca Bagi Pengajar PAUD

Pakar pendidikan prihatin akan rendahnya tingkat baca anak Indonesia. Bahkan Sastrawan Senior seperti Taufiq Ismail menyebut keadaan ini dengan ungkapannya yang mengejutkan: tragedi nol buku.

Karena itulah, mulai banyak pegiat literasi yang memacu dan memicur gerakan membaca. Tak hanya bagi pelajar dan mahasiswa, namun sejak usia dini pun gerakan membaca ini mulai menggeliat.

Diana Amaliyah atau yang biasa disapa Sasa ikut terjun di gerakan literasi ini. Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa TImur ini menjadi tuan rumah pelatihan bagi 200 pengajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-kabupaten Magetan (12/2/2022).

Tak hanya tuan rumah, Sasa juga juga menjadi penyelenggara sekaligus pendonor dari kegiatan ini. “Kegiatan ini tak hanya sekali. Tapi saya gelar secara maraton, tak hanya di Magetan. Tapi juga nantinya di Ngawi, Ponorogo, dan Pacitan,” jelas Sasa. (Baca juga: Sasa Bantu Proses Dana Hibah Untuk Madrasah Rusak)

Sasa mengundang Diah Litasari, pencetus Metote Kubaca sebagai instruktur pelatihan membaca ini. “Saya sudah lama kenal Mbak Lita. Sejak pertama kali tahu metode Kubaca, saya langsung klik. Metode Kubaca membuat gairah literasi saya bergejolak lagi,” tutur pendiri Dbuku Institut, sebuah komunitas yang menyebarkan gerakan membaca dan membagikan buku di tempat keramaian di Jawa Timur ini,

Meskipun sibuk di dunia politik dan kegiatan DPRD, Sasa tetap punya komitmen kuat di dunia literasi dan budaya.

“Saya merasa perlu menggerakkan lagi dunia literasi ini. Apalagi anak-anak sekarang sudah overdosis penggunaan gadget. Harus ada upaya mengisi dunia anak dengan membaca. Boleh saja menggunakan gadget, namun tetap ada kegiatan membaca di dalamnya,” tegas ibu dua anak ini.

Karena itulah, Sasa mengundang 200 pengajar PAUD di Magetan untuk mengikuti Training of Trainer. “Bunda-bunda PAUD ini akan menjadi motor untuk gerakan membaca anak di usia dini. Jika para pengajar PAUD ini bergairah, insya Allah nantinya anak-anak juga ikut bersemangat membaca dengan, bisa dengan buku maupun gadget yang ada,” sambung pegiat di Yayasan Indonesia Buku ini.

Lita -sapaan Penggagas Metode Kubaca- menjelaskan bahwan metodenya ini  mengajak anak belajar dekat dengan dirinya. “Kami ajak anak itu menggunakan kata-kata yang sudah ada di memorinya. Itu akan lebih menyenangkan bagi anak,” jelas alumnus Jurusan Bahasa Indonesia IKIP Negeri Malang (kini Universitas Negeri Malang) ini.

Metode kubaca ini dirancang dan diterapkan pada jenjang PAUD dengan mengenal kata, bukan mengenal huruf. “Anak usia dini tidak harus belajar membaca dari mengenal huruf. Karena jenjang PAUD itu memang belum kenal huruf,” tambah Lita. (Baca juga: Sambangi Taman Pendidikan Al-Quran)

Murid PAUD hanya mengenal kata-kata yang sudah biasa mereka dengar dari ibu, ayah dan orang terdekatnya. “Misalnya kata: papa, mama, ayah, bunda, saya, ini, itu, jajan, makan. Kata-kata ini sudah terekam di benak anak. Sehingga akan lebih cepat akselerasi belajarnya,” papar sosok yang sudah malang melintang sebagai guru ini.

“Dengan belajar membaca berbasis kata, harapannya anak lebih senang membaca. Dan bonusnya anak makin cepat memahami bacaan,” pungkas Lita.

Sejumlah pengajar PAUD mengaku senang dengan metode Kubaca ini. Yani misalnya. Pengajar PAUD Flamboyan I Desa Durenan, Sidorejo, Magetan ini mengungkkan kesannya. “Ini akan lebih mudah diterapkan kepada anak. Mereka akan senang membaca karena di dalam penerapannya, KUbaca menerapkan membaca sambil bermain,” tuturnya. (Baca juga: Refleksi Hari Guru, Sekolah Serba Gadget Kecuali Karakter)

Tinggalkan Komentar

Artikel lainnya...

Liputan Politik Sampai Keliling 32 Kota Sekali Berangkat
Liputan Politik Sampai Keliling 32 Kota Sekali Berangkat

Pengalaman di dua percaturan politik pemilihan kepala…

Ide Saya di Buku Pertama
Ide Saya di Buku Pertama

Para Penggila Buku: Seratus Catatan di Balik…

Peran Anggota DPRD dalam Penyaluran Program Beasiswa
Peran Anggota DPRD dalam Penyaluran Program Beasiswa

Mungkin banyak masyarakat belum tahu bahwa anggota…