•   Senin, 30 Januari 2023
Berita
( kata)
Mahasiswa Harus Berani Awali Perubahan Politik

Konfercab PMII ini selayaknya laboratorium kecil untuk mempraktikkan konsep kepemimpinan dan demokrasi yang sehat. "Bagaimana memilih pemimpin berdasarkan kriteria ideal, bukan karena vote buying."

Itulah yang paparkan Diana Amaliyah Verawatiningsih saat membuka Konferensi Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonedia (PMII) Ngawi ke-13 itu dilaksanakan di Ponpes Miftahus Salam, Padas, Ngawi (30/10/2021). (Baca juga: Konfercab PMII Magetan, Diana: Integritas Itu Mahal, Maka Jagalah)

Kelaziman vote buying dalam politik, bisa diubah. Diawali dengan pembiasaan dari lingkup organisasi dan meningkat hingga ke level atas.

Kita optimistis tradisi vote buying bisa dihilangkan. “Dari organisasi, lalu desa, lalu kabupaten. Sebutan idealnya adalah koperasi politik. Atau, gotong royong dalam politik," cetus sosok yang dulunya aktif di PMII saat kuliah di Universitas Negei Suranaya antara 2001-2004 lalu.

“Masih ada harapan untuk berubah, sebelum kita menjerumuskan generasi mendatang pada kesalahan bertindak yang bermula dari kesalahan pikir," jelas wanita yang kini jadi anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur itu.

Diana menggugah nalar kritis para mahasiswa itu. Agar kaum muda ini bisa membawa perubahan yang signifikan. Supaya tidak lagi terjadi politik uang yang sangat merusak dan menggerogoti demokrasi negeri ini. (Baca juga: Turba Ke TPA Raudhatul Jannah Desa Grabahan, Magetan)

Tinggalkan Komentar

Artikel lainnya...

Liputan Politik Sampai Keliling 32 Kota Sekali Berangkat
Liputan Politik Sampai Keliling 32 Kota Sekali Berangkat

Pengalaman di dua percaturan politik pemilihan kepala…

Ide Saya di Buku Pertama
Ide Saya di Buku Pertama

Para Penggila Buku: Seratus Catatan di Balik…

Peran Anggota DPRD dalam Penyaluran Program Beasiswa
Peran Anggota DPRD dalam Penyaluran Program Beasiswa

Mungkin banyak masyarakat belum tahu bahwa anggota…