•   Selasa, 9 Juli 2024
Gagasan
( kata)
Menengok Sistem Pengairan Di Belanda
Advertisements

Selama di Belanda, kami benyak belajar tentang pemerintahan, politik, parlemen, dan kebijakan publik. Salah satu, kebijakan publik itu adalah tata kelola pengairan.

Pada tulisan sebelumnya, kami berdiskusi dengan pakar legal drafting dan Water Board atau Badan Otonom yang mengurusi tata kelola air. Silakan klik sini untuk tulisan sebelumnya: Tata Kelola Air di Belanda & Water Board

Kami juga berkesempatan mengunjungi lokasi pengeloaan air. Kami melihat langsung bagaimana pintu-pintu air yang ada di muara-muara sungai menuju laut dikelola dengan sangat baik di sini.

Kami memilih salah satu pintu air penahan badai di kota Hook Van Holand yang terletak di mulut kanal New Waterway yang mengarah ke Laut Utara. Kota ini dikelola oleh kotamadya Rotterdam sebagai distrik kota itu.

Di sana kami dipandu tour singkat seputar dam pengendali banjir The Keringhuis, Public Water Center, lokasinya bisa klik di google yang saya sematkan link-nya: ini

Ini adalah proyek perlindungan banjir terbesar di dunia, terdiri dari sejumlah pilar penghalang lonjakan ombak terbesar di dunia, sepanjang 9 kilometer (5,6 mil). Panjangnya pintu air sama dengan tingginya menara Eiffel Paris.

Menariknya di sini semua sudah komputerisasi. Teknologi diterapkan untuk semua hal termasuk pemantauan ketinggian air, prediksi ombak, sampai keputusan buka tutupnya pintu.

Bahkan teknologi juga digunakan untuk memisahkan air laut dengan air tawar. Karena air tawar dibutuhkan oleh petani dan rumah tangga.

Sungai-sungai sudetan juga dibuat untuk mengurangi tekanan pada tanggul bendungan saat air melimpah. Manusia digunakan untuk cadangan dan memantau berjalannya mesin komputernya saja.

Setahun sekali di saat musim panas, mereka melakukan simulasi buka tutup pintu. Ini juga berfungsi sebagai perawatan.

Manajemen banjir Belanda adalah contoh solusi adaptasi iklim untuk dunia. Mereka telah membangun kanal-kanal sejak zaman Romawi.

Bahkan mereka menghabiskan 60 tahun lebih untuk membangun proyek bendungan, pintu air, penahan badai, dan mengelola air agar sebagian besar daratan Belanda yang berada di bawah permukaan laut agar tetap selamat dari bencana air.

Pemerintah menganggarkan biaya sangat besar untuk proyek-proyek pengelolaan air. Anggaran yang besar ini tentu dibarengi kesadaran pentingnya mengelola aliran air. (Baca juga: Sistem Parlemen Belanda Yang Membuat Saya Iri)

Mereka tidak menunggu bencana terjadi, baru kemudian memikirkan cara mengatasinya. Mereka menyiapkan diri sebelum bencana terjadi, dan belajar dari kesalahan ketika bencana melanda pada tahun-tahun sebelumnya.

Sehingga air bagi Belanda adalah musuh sekaligus teman dalam kehidupannya. Semua dihadapi dengan kemajuan jaman pada era masing-masing. (Baca juga: Cara Australia Agar Rakyatnya Sehat)

Bagaimana dengan kita di Indonesia? Tulis pendapatmu di kolom komentar ya

Tinggalkan Komentar

Artikel lainnya...

Kecam Aksi Perusakan Alat Peraga Kampanye
Kecam Aksi Perusakan Alat Peraga Kampanye

Pesta demokrasi Pemilu 2024, sangat terlihat ketika…

Sosialisasikan Program KTP SAKTI Ganjar Mahfud, Diana Bagikan Telur
Sosialisasikan Program KTP SAKTI Ganjar Mahfud, Diana Bagikan Telur

Diana Amaliyah Verawatiningsih melakukan kampanye yang sangat…

HUT PDI Perjuangan 2024, Diana Yakin Menang
HUT PDI Perjuangan 2024, Diana Yakin Menang

HUT ke-51 PDI Perjuangan 10 Januari 2024…