•   Senin, 30 Januari 2023
Gagasan
( kata)
Perlunya Nyantrik di Politik Agar Matang

Tradisi nyantrik dalam budaya Jawa sangat kental sekali. Yaitu ketika ada seseorang ingin belajar, dia akan ikut kepada guru sesuai dengan keilmuan yang dimiliki. Jadi bukan lembaga, lebih kepada personal.

Istilah nyantrik di Jawa memang identik dengan pesantren. Ada santri yang ingin menimba ilmu, maka datang kepada kyai. Saya pun mengamini itu. Metode nyantrik memiliki sentuhan secara personal yang lebih mendalam.

Di politik saya menerapkan hal ini. Saya awam di dunia politik karena basisnya adalah pemerhati literasi. Tapi saya ingat tradisi nyantrik. Maka saya mengikuti beberapa tokoh-tokoh penting di partai. Petuahnya saya ikuti.

Seperti Pak Hasto, tokoh nasional dari PDI Perjuangan, beliau benar-benar membimbing saya. Diajarkan untuk A, B, dan C.

Selain ilmu, dalam tradisi nyantrik juga mengagungkan pengalaman sang guru. Di sinilah kita menyerap ilmunya. (Baca juga: Pengalaman Jadi Caleg Yang Hampir Putus Asa)

Bagi yang ingin terjun dunia politik, jangan segan, sungkan untuk nyantrik terlebih dahulu kepada yang sudah berpengalaman. Saya butuh berkali-kali kegagalan dalam pemilu untuk memahami betul dunia politik legislatif.

Di perjalanan itu saya diajarkan tentang cara negoisasi, etika sehari-hari sebagai publik figur, bahkan cara bicara dan mengelola forum. Tidak lupa mengikuti rapat-rapat formal atau nonformal.

Dan banyak lagi. Yang paling saya ingat adalah bagaimana nasihat bahwa kita harus bersama masyarakat kecil, bahkan tidur bersama mereka. Karena mereka butuh kedekatan. Itu benar. (Baca juga: Tentang Nama, Begini Awalnya Dipanggil Sasa)

Nyantrik di politik juga dibutuhkan dalam aspek berpartai. Berpolitik di Indonesia tidak terlepas dari berpartai. Tidak elok hanya menjadi parlemen jalanan, kita harus beranai masuk ke parlemen yang sesungguhnya.

Saran saya, bagi yang ingin masuk ke dunia politik, lebih baik dari bawah agar matang. Karena godaan dan goncangannya cukup besar. (Baca juga: Mengenal Sosok Diana Lebih Dekat)

Kalau belum matang kita mudah terempas. Di situlah budaya nyantrik penting dalam berpolitik.

Baca juga: Bagaimana Memetakan Suara Dalam Pemilu

Tinggalkan Komentar

Artikel lainnya...

Liputan Politik Sampai Keliling 32 Kota Sekali Berangkat
Liputan Politik Sampai Keliling 32 Kota Sekali Berangkat

Pengalaman di dua percaturan politik pemilihan kepala…

Ide Saya di Buku Pertama
Ide Saya di Buku Pertama

Para Penggila Buku: Seratus Catatan di Balik…

Peran Anggota DPRD dalam Penyaluran Program Beasiswa
Peran Anggota DPRD dalam Penyaluran Program Beasiswa

Mungkin banyak masyarakat belum tahu bahwa anggota…