•   Senin, 30 Januari 2023
Berita
( kata)
Soal Keterlibatan Ponpes Al-Fatah di Ijtima’ Jemaah Tabligh, DPRD Jatim Desak Pemda Lakukan Tracking

Jawa Timur | ikilhojatim – Sebagaimana dilansir dari Detik.com, Komunitas Jemaah Tabligh yang merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Asia Selatan, bertempat di ibukota India, New Delhi diduga menjadi kantung penyebaran virus Corona usai menggelar acara akbar yang dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai Negara.

Berdasarkan laporan dari Otoritas India, terdapat 128 kasus Covid-19 yang berkaitan dengan acara tersebut. Tujuh peserta sudah dinyatakan meninggal dunia.

Dikabarkan dari Harian The Hindu, Kementerian Dalam Negeri India akan memasukkan ratusan pengunjung asal Indonesia ke dalam daftar hitam imigrasi. “Mereka datang ke sini dengan visa wisata. Tapi mereka malah berpartisipasi dalam konferensi agama. Ini adalah pelanggaran aturan keimigrasian,” kata seorang pejabat Kemendagri di New Delhi.

Sedangkan, Pemerintah Pusat mencatat saat ini ada 1.456 anggota Jemaah Tabligh yang tersebar di seluruh Indonesia. Diketahui, 731 orang tengah berada di India, sekalipun masih belum dapat dipastikan hingga saat ini. Salah satu pusat penyebaran gerakan ini adalah Pesantren Al-Fatah di Temboro, Jawa Timur, yang juga berfungsi sebagai episentrum dakwah di Asia Tenggara, terutama di Thailand dan Malaysia.

Sementara itu, melansir dari Kompas.com yang diakses pada Senin (20/04/2020), dari jumlah total seluruh peserta berkisar di angka 14.500, diantaranya adalah warga Malaysia, sedangkan sisanya adalah peserta luar negeri, termasuk dari Indonesia.

Dari sejumlah 696 WNI yang menghadiri tabligh akbar yang diselenggarakan dari 28 Februari hingga 1 Maret itu, 13 di antaranya terpapar virus corona.

Akan tetapi, beredarnya informasi yang simpang siur terkait keterlibatan Pondok Pesantren Al-Fatah, Temboro sangat meresahkan masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Magetan. Ketidakjelasan data jemaah dari Magetan yang mengikuti acara Ijtima’ Jemaah Tabligh di Malaysia dan India.

Pasalnya, pihak dari Pondok Al-Fatah Temboro sendiri yang menjadi sentral dakwah Asia Tenggara Jemaah Tabligh mengaku tidak mengikuti dan terlibat dalam kedua acara tersebut.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Diana Amaliyah Verawatiningsih mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur khususnya Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Magetan untuk segera melakukan tracking keimigrasian terkait warganya yang telah melakukan perjalanan dari/ke luar negeri dalam rentang waktu akhir Februari hingga awal Maret lalu.

“Dua negara ini (Malaysia dan India, Red) menyelenggarakan pertemuan akbar Ijtima’ Jemaah Tabligh di tengah musim wabah, walau sudah dilarang oleh otoritas setempat. Bahkan, di India masih ada WNI yang menghadiri acara tersebut dan hingga saat ini belum bisa kembali ke tanah air,” jelasnya.

Sasa, sapaan akrabnya, yang juga menjadi Anggota Komisi A DPRD Jatim ini menegaskan jikalau nantinya sudah didapatkan datanya. Maka harus sesegera mungkin untuk dilakukan tes Covid-19.

“Saya kebetulan di Komisi A dan yang bermitra dengan imigrasi, saya akan kejar datanya,” tegas Sasa saat dikonfirmasi.

Sasa memaparkan jikalau persoalan ini tidak boleh dianggap sebelah. Karena, fenomena tersebut bisa menjadi seperti gunung es jikalau sembrono.

“Maka, saya mohon dengan sangat kerjasama dan pengertiannya dari pihak Pondok dan pihak Pemda sebagai pelaksana Satgas Gugus Covid di Magetan” harapnya.

“Saya akan bantu semaksimal mungkin sesuai dengan kapasitas dan kemampuan saya,” imbuh Sasa.

Lebih lanjut, Sasa mengingatkan agar seluruh masyarakat Magetan tidak panik dan reaksioner.

“Tetap jaga kesehatan, rajin cuci tangan, pakai masker saat keluar rumah, dan jaga jarak dengan orang lain,” pungkas Anggota Dewan dari Dapil Jatim IX ini. (dik/hm)

Sumber: ikilhojatim.com

Tinggalkan Komentar

Artikel lainnya...

Liputan Politik Sampai Keliling 32 Kota Sekali Berangkat
Liputan Politik Sampai Keliling 32 Kota Sekali Berangkat

Pengalaman di dua percaturan politik pemilihan kepala…

Ide Saya di Buku Pertama
Ide Saya di Buku Pertama

Para Penggila Buku: Seratus Catatan di Balik…

Peran Anggota DPRD dalam Penyaluran Program Beasiswa
Peran Anggota DPRD dalam Penyaluran Program Beasiswa

Mungkin banyak masyarakat belum tahu bahwa anggota…