•   Senin, 30 Januari 2023
Kabar Baik
( kata)
Tilik Desa Gebyog Sambil Tinjau Pembangunan Kelas TK dan Pengairan

Untuk menjaga hubungan dengan warga, seorang pejabat atau anggota DPR/DPRD perlu menjadwalkan kunjungan sampai ke desa-desa. Kali ini Diana berkunjung ke Desa Gebyog, Kecamatan Karangrejo, Magetan.

Ada dua lokasi yang ditilik: peresmian ruang kelas Raudhatul Athfal (RA) Arifatul Insan dan sumur pompa untuk Kelompok Tani (Poktan) Kulon Kali.

Suyanto Kepala Desa Gebyog menyatakan rasa terima kasihnya. “Saya ini gak kenal dengan Mbak Sasa. Belum pernah ketemu. Lah kok bantuannya sudah ada dua di sini. Ruang kelas, sama itu Bu, sumur pompanya sudah jadi,” tuturnya.

“Atas nama pribadi, warga dan pemerintah desa Gebyog, kami menyampaikan banyak terima kasih,” ucapnya dalam sambutan peresmian Arifatul Insan. (Baca juga: Resmikan pembangunan kelas PAUD)

Anggota DPRD Jawa Timur, Diana AV, merespon informasi 'Mbah' Lurah itu. “Saya juga baru tahu kalau pompanya sudah jadi. Ini ketua poktannya hadir kan, setelah acara saya mau lihat ke sana,” kata Sasa, panggilan akrabnya. Purwanto, ketua Poktan penerima bantuan sumur pompa mengajak Sasa ke lokasi sumur. Kunjungan dadakan. (Baca juga: Bangun Sumur untuk Tiga Kelompok Tani di Tiga Desa)

Karena medannya melewati areal persawahan, Sasa dibonceng sepeda motor oleh Saiful, kader dari PAC Karangrejo. Sasa didampingi, anggota DPRD Magetan Rita Haryati, kades Gebyog, dan Forkompica seperti diberitakan magetankita.com.

Sumur pompa memang sudah jadi. Tapi, ‘rumahnya’ belum. “Ini anggarannya nanti cukup untuk membangun rumahnya?” tanya Sasa.

Purwanto memastikan anggaran cukup hingga pembangunan rumah sumur pompa. “Sekali lagi terima kasih, Mbak Sasa atas bantuannya. Sumur pompa menjawab keresahan petani di sini mengenai masalah pengairan,” katanya sembari menjelaskan akan ada 100 petani yang memanfaatkan sumur pompa itu.

Saat berada di area sumur pompa itu, Diana Sasa melihat beberapa orang petani sedang memanen padi. Diana Sasa melanjutkan kunjungan dadakannya itu ke kelompok petani yang memanen padi.

Ternyata, sebagian hasil panen rusak. “Ini salah semprot, Bu. Bukan pembasmi hama, tapi pembasmi rumput yang disemprotkan sehingga hasilnya begini,” kata Sadimin, salah satu petani. Sadimin mengaku rugi lebih dari 1 ton.

Diana Sasa turut prihatin atas kegagalan panen yang dialami sejumlah petani di Desa Gebyog. “Meski dalam suasana sedih, kami senang dilihat bu dewan. Seperti diperhatikan gitu.”

Untuk menghibur para petani, Diana Sasa pun memberikan sejumlah uang, "Ini untuk nanti beli jajan rame-rame ya. Biar gayeng dhahar bareng, sing penting sedaya paringi sehat, nggih," ujarnya yang disambut tawa ceria para petani. (Baca juga: Ikut Rembug Membahas Potensi Pembibitan Sayur Di Magetan)

 

 

Tinggalkan Komentar

Artikel lainnya...

Liputan Politik Sampai Keliling 32 Kota Sekali Berangkat
Liputan Politik Sampai Keliling 32 Kota Sekali Berangkat

Pengalaman di dua percaturan politik pemilihan kepala…

Ide Saya di Buku Pertama
Ide Saya di Buku Pertama

Para Penggila Buku: Seratus Catatan di Balik…

Peran Anggota DPRD dalam Penyaluran Program Beasiswa
Peran Anggota DPRD dalam Penyaluran Program Beasiswa

Mungkin banyak masyarakat belum tahu bahwa anggota…