•   Kamis, 11 Juli 2024
Gagasan
( kata)
Ketika Pancasila Dikagumi Bangsa Lain
Advertisements

Setiap ideologi mendapatkan ujian pada jamannya masing-masing. Pancasila telah melampau lebih dari setengah abad masa ujian itu. Jatuh bangun, dan tetap bertahan.

Memang tak mudah menggantikan Pancasila, karena Pancasila adalah saripati perikehidupan dan kepribadianbangsa Indonesia.

Memang, saat ini terus saja ada pihak-pihak yang berupaya menggoyangnya dan ingin menggantikan dengan ideologi lain. Berbagai upaya dilakukan. Sentimen keagamaan hingga isu kesukuan dipakai.
Namun saya sakin, Pancasila akan tetap tegak menjadi ideologi dan dasar negara kita.

Beberapa negara maju bahkan datang secara khusus ke Indonesia untuk mempelajari Pancasila. Mereka kagum karena ideologi ini tergolong lengkap unsur-unsurnya, dan cenderung menyeimbangkan, alias berada di tengah.

Kalau dalam Islam kita mengenal istilah wasath atau pertengahan. Diambil dari ayat 143 surat Al Baqarah. "Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ummatan wasathon 'umat pertengahan' agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu."

Dari kata wasath inilah kemudian kata wasit dipakai dalam bahasa Indonesia. Sedangkan wasit adalah penengah antara pihak-pihak.

Nah, jika bangsa lain saja kagum pada Pancasila, mengapa kita ragu?

(Baca juga: Mencontoh Toleransi di Desa Wonomulyo Magetan)

Pada tanggal 1 Juni 1945, kata Pancasila pertama kali disebut oleh Presiden Pertama RI, Soekarno dalam Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Penetapan Hari Lahir Pancasila bertujuan agar pemerintah, masyarakat, dan seluruh komponen bangsa memperingati Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Indonesia. Karena, Hari Lahir Pancasila menjadi salah satu hari libur nasional yang penting bagi perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Di Magetan, peringatan hari Pancasila 2023 dimeriahkan dengan dengan upacara bendera. Uniknya, di sekolah-sekolah upacara bendera Hari Pancasila diadakan dengan mengenakan batik atau baju adat tradisional.

Baca juga: Refleksi Hari Pancasila, Diana: Sila Kelima Belum Terwujud

 

Tinggalkan Komentar

Artikel lainnya...

Kecam Aksi Perusakan Alat Peraga Kampanye
Kecam Aksi Perusakan Alat Peraga Kampanye

Pesta demokrasi Pemilu 2024, sangat terlihat ketika…

Sosialisasikan Program KTP SAKTI Ganjar Mahfud, Diana Bagikan Telur
Sosialisasikan Program KTP SAKTI Ganjar Mahfud, Diana Bagikan Telur

Diana Amaliyah Verawatiningsih melakukan kampanye yang sangat…

HUT PDI Perjuangan 2024, Diana Yakin Menang
HUT PDI Perjuangan 2024, Diana Yakin Menang

HUT ke-51 PDI Perjuangan 10 Januari 2024…